Dev

 "Dev, masih suka nonton anime nggak? " tanya seorang gadis sambil membenarkan tatanan poninya. 

"Masih, kenapa, Ra? " jawabnya.

"Mau dong rekomendasi anime yang bagus," ucap sang gadis. 

"Tumben banget", Pemuda bernama Dev itu mengernyitkan dahi sembari menatap sang gadis serius. 

"K-kenapa? " tanya sang gadis sedikit gugup ditatap seperti itu.

"Setahu aku, kamu nggak suka anime, Ra. Aneh aja, sekarang kamu mendadak mau nonton anime"

Gadis itu tersenyum, "Ara suka kok, nanti Ara mau maraton deh"

Pemuda itu menghela napas panjang dan menghembuskannya dengan kasar. "Ra, aku tahu banget kamu. Jangan paksain kamu harus jadi sama kayak apa yang aku suka. Karena sekarang kita emang udah berbeda, dan nggak bisa balik kaya dulu lagi"

"Aku tahu kamu. Kita kenal udah lama. Berhenti buat maksain keadaan, ya? Karena sekuat apa pun kamu mau bikin kita balik, kalau takdir nggak mengizinkan, itu semua percuma, Ra. Aku pulang dulu, kamu tunggu ojolnya di sini ya, udah aku pesenin tadi," ucapnya sambil mengelus rambut gadis itu lalu berjalan menjauhinya.

Gadis itu tersenyum kecut menatap kepergian si pemuda, sembari menyeka sudut matanya yang entah sejak kapan sudah basah. "Jadi percuma ya, Dev, kalo sekarang aku masih ngarepin kamu?"

— manusiakeju: mengenang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"Her" Mental Breakdown.

An Art Galery #1

Dari Aku Yang Kecil