Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

An Art Galery #1

Suasana hatiku sore ini kacau sedari aku menghadapi kenyataan bahwa aku tidak bisa menyaksikan pembukaan Art Exhibitions di kampusku karena harus menghadapi UAS dari pagi sampai sore yang menyebalkan. Padahal kan ini acara cukup besar, event tahunan yang sangat ditunggu-tunggu mahasiswa dalam dan luar kampus.  “Aku langsung kesana aja deh, pasti seru banget, ya walaupun udah telat ngga liat pembukaan sih. Gapapa deh” Ucapku akhirnya memutuskan untuk ke sana sendirian.   Sebenarnya tidak masalah juga jika tidak melihat pembukaan pameran nya, tapi rasanya seperti sedikit kurang afdhol saja. Jarak antara kelasku dengan gedung itu tak terlalu jauh, hanya saja jalanannya yang biasanya lumayan sepi kini terlihat ramai. Karena letaknya cukup jauh ada di belakang membuat para mahasiswa enggan untuk berjalan kesana bila tak ada keperluan mendesak kecuali jika ada event seperti ini. Sampai di sana, nampak dari luar ada beberapa bentuk tokoh wayang yang di jajarkan di kedua sis...

Everything Looks Different

 Aku termenung di bawah lampu temaram, di temani oleh seorang teman yang selalu sedia meluruskan. Dalam diam kami terduduk dengan pikiran masing-masing, dia yang entah memikirkan apa dan aku yang sedang memikirkan hal menakutkan seperti 'cinta'. "Ra, lo mau gue bawa ke dukun?" sebuah pertanyaan tidak masuk akal yang terlontar dari bibir tipis seorang gadis bernama Naya. Aku menarik napas panjang, "Buat apa ke dukun? Gue nggak butuh dukun, Nay. Yang gue butuh cuman Ilham sekarang." Dia terlihat geram, "Nah ini nih yang bikin gue sampai mau bawa lo ke dukun.Gue itu mau ngecek pelet apa soh yang di pakai sama Si Ilham sampai lo seginnya sama dia." Aku terkekeh hambar, "No,itu  nggak perlu. Ilham nggak pakai pelet apapun, okay? Gue juga nggak tau bisa sampai sesuka ini gue sama dia, sampai-sampai gue seakan nggak punya alasan buat nggak mikirin dia, Nay." Kini Naya tengah menatapku intens, aku tak menatapnya dan masih terfokus ke satu arah. ...

if i ...

  Aku sedikit terkejut saat melihat kotak berwarna biru muda berasa di depan jendela kamarku.  Di balut dengan rasa penasaran, aku mendekatinya. Sudah lama rasanya kotak berbentuk kubus kecil ini tak ku lihat lagi setelah malam itu. Ku buka jendela lalu ku bawa masuk kotak tersebut. Dengan sedikit ragu aku membukanya, dan melihat isi di dalamnya.  Secarik kertas berwarna putih tersimpan apik di sana, ku buka perlahan dan membaca tinta hitam di dalamnya.  "Hey, gue cuma mau ngasih tau ke lo kalo gue masih sayang sama lo... Tapi tenang aja, gue ngga bakal gangguin lo lagi kok setelah ini.  Oh iya gue lihat lo lebih bahagia ya sekarang, dari pada sebelumnya. makasih udah ngelihatin ke gue kalo lo bisa bahagia tanpa gue, gue jadi seneng liatnya.  Jangan berhenti bahagia ya cantik, ily. I just want to say, sorry if I ever came into your life and ruined everything." Setitik air mataku lolos meluncur di pipi, kenangan itu muncul bersamaan dengan bagian bagaimana c...