if i ...
Aku sedikit terkejut saat melihat kotak berwarna biru muda berasa di depan jendela kamarku.
Di balut dengan rasa penasaran, aku mendekatinya. Sudah lama rasanya kotak berbentuk kubus kecil ini tak ku lihat lagi setelah malam itu.
Ku buka jendela lalu ku bawa masuk kotak tersebut. Dengan sedikit ragu aku membukanya, dan melihat isi di dalamnya.
Secarik kertas berwarna putih tersimpan apik di sana, ku buka perlahan dan membaca tinta hitam di dalamnya.
"Hey, gue cuma mau ngasih tau ke lo kalo gue masih sayang sama lo...
Tapi tenang aja, gue ngga bakal gangguin lo lagi kok setelah ini.
Oh iya gue lihat lo lebih bahagia ya sekarang, dari pada sebelumnya. makasih udah ngelihatin ke gue kalo lo bisa bahagia tanpa gue, gue jadi seneng liatnya.
Jangan berhenti bahagia ya cantik, ily.
I just want to say, sorry if I ever came into your life and ruined everything."
Setitik air mataku lolos meluncur di pipi, kenangan itu muncul bersamaan dengan bagian bagaimana caranya takdir memisahkan kita.
Aku memeluk kertas itu erat, berusaha tersenyum melihat semua kotak berbentuk kubus yang berjejer rapi di tempatnya.
"Andai lo tau apa yang sebenernya gue rasain, Va. Apa yang lo liat ngga selalu itu kebenarannya. Makasih ya buat semuanya. Maaf, gue juga masih sayang sama lo sampai saat ini."
Lirihku, ku letakkan kotak kubus yang baru di samping teman-temannya yang lain.
"Gue harap lo juga bahagia ya, alumni hati" batinku.
— manusiakeju; terinspirasi dengan kisah teman sendiri.
Komentar
Posting Komentar